Bersyukur dan Berterimakasih
September 6th, 2011 @ 10:30 am

Seperti biasa di perjalanan menuju kantor saya selalu menyempatkan diri untuk membuka lini masa di lapak sebelah dan entah ada angin apa pagi ini saya merasa sungguh bahagia.. sungguh merasa Tuhan dekan dengan saya… dan saya pun tidak lama menunggu dan kemudian menuaikan perasaan suka cita saya dengan menuliskannya di lapak sebelah, berikut ini adalah kutipannya :

Alhamdulillah ya Allah Engkau sungguh maha pengasih lagi maha penyayang yang tidak henti-hentinya memberikan rahmat nikmat yang begitu indah kepadaku.

Harusnya saya tambahkan memberikan rahmat nikmat yang begitu indah kepadaku dan kepada kami tapi siapa seh yang bisa ngelawan dewa 140 karakter itu hehehe :p

anyways

Kita memang suka lupa akan keberadaan Tuhan, terlebih suka lupa dikala kita sedang senang, sedang bersuka cita, dan cenderung lebih suka ingat pada Tuhan dikala sedang dirundum duka, gundah gulana, mendapati kebingungan, dan ketika sakit… padahal Tuhan bukan hanya tempat mengadu  dan tempat berkeluh kesah, Tuhan maha mendengar.. Tuhan suka kita ajak bicara Tuhan suka ketika kita berbagi kebahagian… Dengan cara apa seh kita bisa berbagi cerita dengan Tuhan?  Kalau menurut hemat saya kita bisa berbagi cerita dengan Tuhan dengan cara bersyukur dan berterimakasih atas semua berkah, rahmat, nikmat bahkan kesedihan dan kesusahan (bila kita anggap kesusahan) dan dengan terus menerus mengagungkanNya, memujiNya dalam dzikir setiap saat dimanapun itu tempatnya tidak terkecuali di toilet (padahal katanya kita tidak boleh melafalkan asma Allah di tempat yang penuh najis tapi pada kenyataannya setelah kita  selesai buang air suka ga tahan pengen mengucapkan Alhamdulillah)

Bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan tidak harus melalui sholat lima waktu, lagi-lagi itu menurut hemat saya, bersyukur bisa kita lakukan dimana saja setiap saat setiap waktu, setelah makan, setelah  bertemu kangen dengan teman-teman, setelah dapat THR,  setelah dapat bonus dan setelah beli baju/sepatu baru  hehehe :p

Atau bahkan bersyukur bisa kita lakukan dikala kita sedang sakit, sehingga kita tahu sehat itu begitu besar nikmatnya, nikmatnya bisa melihat dengan indah tanpa bantuan kaca mata, nikmatnya bisa bernafas dengan dengan lega, nikmatnya bisa mengunyah makanan tanpa sakit gigi, nikmatnya nelan makanan tanpa lidah sariawan, nikmatnya bisa menggukan 10 jari tangan dengan indah, nikmatnya punya payudara yang bebas kanker, nikmatnya telinga yang bisa mendengar dengan jelas, nikmatnya punya jantung, paru-paru, liver, usus, pencernaan, dan kaki yang sehat yang kuat untuk berjalan tanpa bantuan tongkat… Subhanallah ya Allah.. begitu banyak berkah dan nikmat yang bisa kita syukuri setiap harinya yang terkadang luput dari ingatan… Sungguh Engkau maha memberi maha pengasih dan penyayang…

Yuk.. kita  sama-sama belajar memaknai setiap langkah hidup kita sehari-hari dengan banyak bersyukur atas kehadriatNya yang tidak bosan-bosannya selalu ada buat kita, dimulai dengan bersyukur terhadap sesuatu yang suka kita anggap kecil seperti nikmatnya ngupil pake jari kelingking :p


3 Comments
life
Mengulang tahun
June 22nd, 2011 @ 11:22 pm

Malam ini tepat jam 21:49 setahun yang lalu bisa dibilang adalah catatan awal hidup saya sebagai wanita, yang diberikan kesempatan untuk merasakan, menjalani dan menikmati bagaimana menjadi wanita yang seutuhnya dengan meregang nyawa melahirkan anak pertama saya. Dengan proses normal lahirlah putra pertama kami dengan berat 3.4kgs dan panjang 51cm yang kemudian kami beri nama Aslan Suryanditedja.

Masih lekat dalam ingatan bagaimana proses melahirkan itu berlangsung, mulai dari keluar flex merah, rasa mulas yang datang dan pergi, pembukaan 1-2-3 yang berjalan sangat alot selama kurang lebih 12 jam dan bagaimana saya menikmati lorong-lorong RS dengan indahnya :D karena menurut  para suster kalau masih pembukaan 1-2-3 si bumil diharuskan banyak jalan agar supaya pembukaannya bertambah dan detik demi detik berlalu selama 12 jam itu pembukaan mulai bertambah dari 3 ke 4 dan sampai akhirnya di pembukaan 5 dimana saat itu si dokter menyarankan untuk memecahkan air ketuban saya dengan alasan agar si bayi tidak keracunan.

Ceeeessssssss.. byuuurrrrrrrr….  kurang lebih seperti itu bunyi ketika ketuban saya dipecahkan dan kontan rasa mulas  yang sering ibu suri kuadrat (ibu saya dan ibu mertua hehe) sering ceritakan itu datang tanpa henti, rasa mulas yang sangat luar biasa, rasa mulas itu menjalar kesuluruh tubuh hingga saya mengeluarkan keringat sebesar jagung *lebay* tapi sungguh  itu yang saya rasakan, seumur hidup saya belum pernah merasakan rasa mulas dan keluar keringat sehebat ini. Dalam pikiran saya saat itu hanya teringat sama Tuhan dan teringat akan dosa-dosa terhadap  ibu saya… Sungguh bisa dibayangkan bagaimana beliau berjuang untuk melahirkan saya, sungguh Luar Biasa :)

Saya meraung kesakitan, rasanya sakitnya sampe ke ubun-ubun, rasa sakitnya seperti pengen nonjok, jambak, nendang orang sebanyak-banyaknya orang hahahahaha…  sangat kesusahan mengatur nafas.. tapi ehm… untungnya saya rajin ikut senam hamil jadi tahu bagaimana cara mengatur dan menghemat nafas.. tapi.. hehehehe… tapi pengetahuan itu kabur bahkan sedikit sirna, rasa sakit mulasnya itu ampooon juragan.. hanya dengan dua hal yang membantu saya untuk tidak lupa mengatur nafas yaitu dengan selalu mengingatNya dan dengan bantuan orang=orang yang ada disekitar saya yang dengan setia dan selalu mengingatkan saya untuk menghemat, mengatur nafas dan tenaga :)

Pembuakaan 10 pun akhirnya datang dan si dokter pun datang, lega sekali rasanya melihat dokter itu tersenyum dan bicara seperti ini : ayookkk bu are you ready??? hahahahahahaha… iya si dokter emang bisa banget mencairkan suasana. rasanya seperti punya kekuatan yang lebih besar lagi :) Bismillahiromanirohim… siap ya bu si dokter melanjutkan…. iya.. tarik nafas yang dalam bu…. dorong… dorong… dorong bu… bagus bu.. ayokk lagi ya bu… tarik nafas yang panjang… dorong yang kuat bu.. dorong.. dorong…. dorong yang kuat bu… ayo sudah kelihatan kepalanya bu.. dorong yang kuat ya bu… huaaaahh…. sungguh sangat menegangkan… tapi dalam pikiran saya saat itu… hanya satu.. saya pasti bisa!!! dan saya bisa… dengan dorongan yang keenam kalinya bayi kami pun lahir.. diletakanlah dia diatas dada saya…. saya menciumnya, saya memeluknya, saya memandangnya, saya perhatikan semuanya, rambutnya, matanya, hidungnya, bibirnya, wajahnya, telinganya, tangannya, badannya, kakinya, jari-jarinya hingga maaf kemaluannya, saya cermati semuanya seraya bersyukur atas nikmatNya, Alhamdulillah ya Allah… indah sekali rasanya…  begitu indah hingga saya bisa melupakan proses lahiran yang kurang lebih harus saya jalanin selama 20 jam itu seketika… rasanya seperti melayang dengan malaikat-malaikat dan Allah begitu dekat dengan saya… begitu indah… Subhanallah…

Sampai saat ini, saya masih sangat bisa merasakan bagaimana moment itu begitu indah, tidak ada keindahan dan kebahagiaan yang sebanding dengan moment melahirkan, mungkin yang bisa mengalahkannya itu dengan naik haji nah.. karena saya belum naik haji jadi melahirkan is the greatest moment in my life.

Terima kasih ya Allah… Sujud sukur kepadaMu… Engkau begitu maha pengasih dan maha penyayang yang begitu percaya telah memberikan kesempatan yang indah itu kepada hamba, hamba kembali sujud didepanMu Ya Allah memohon dengan sangat kepadaMu hanya kepadaMu ijinkanlah hamba untuk bisa menikmati kesempatan itu lagi, dengan ijinMu dan RidhoMu berikanlah kesempatan hamba untuk mengandung dan melahirkan anak lagi… yang terbaik  menurutMu… Amin ya Robbalalamin…

Hai mas….

Selamat ulang tahun mas Aslan.. maafkan bundamu ini, mungkin bunda bukan yang terbaik untukmu sehingga Allah begitu sayang kepadamu dan membawamu kembali ke surga disisiNya.. maafkan bunda dengan segala kukurangan bunda selama ini.. maafkan kekurangan bunda selama bunda mengandungmu, maafkan atas semua dosa-dosa yang telah bunda lakukan ya mas…

I love you more and more mas…

and

I miss you mas Aslan.


1 Comment
life
Tanya Jawab
June 14th, 2011 @ 4:35 pm

Ketika manusia berada dalam keterbatasan dan berpacu dengan kewarasan yang semakin menipis jalan satu-satunya yang bisa ditempuh adalah dengan berserah diri padaNya. Tuhan Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk Umatnya.

Aku kembali bersimpuh kepadaMu ya Rabb.. Memohon dengan sangat jagalah kewarasanku, perkuatlah imanku agar mampu menerima semua ujian yang Engkau berikan, Aku begitu KUAT sehingga Engkau begitu lapang memberikan ujian yang begitu berat ini bertubi-tubi :)

Jika aku boleh bertanya ya Rabb…

Kenapa harus selalu dalam bulan Juni? Tidak kah Engkau sudi memberikan aku waktu untuk bernafas? Tidak kah Engkau sudi memberikan aku waktu untuk membangun rasa percaya diriku yang hilang? Tidak kah Engkau sudi memberikan aku waktu untuk menyembuhkan lukaku yang teramat sangat dalam ini?

Juni tahun lalu Engkau berikan aku rezeki yang paling berharga dalam hidupku, Engkau berikan aku bayi laki-laki, Engkau berikan aku waktu untuk mengadung selama 9 bulan, Engkau berikan aku waktu aku untuk meregang nyawa dalam melahirkan bayiku, Engkau berikan aku untuk menyusui bayiku, Engkau berikan aku waktu untuk menjadi wanita yang sesungguhnya dan seutuhnya, Engkau ajak aku terbang ke langit ketujuh dengan suka cita ini dan kemudian Engkau jatuhkan aku kedalam lapisan bumi paling dalam dan paling gelap, Engkau renggut kembali titipanMu.. Engaku ambil kembali rezeki yang Engkau titipkan kepadaku, Engkau ambil separuh nyawaku dan membawanya ke surga bersamaMu..

Sepuluh hari yang penuh makna Engkau berikan padaku… dan sampai saat ini..  hatiku  masih teriris ya Rabb…  aku kembali bersimpuh sujud kepadaMu jagalah kewarasanku untuk menghadapi dan menerima ujianmu yang begitu dasyat ini…

Aku bertanya kembali kepadaMu ya Rabb… apakah Engkau sudi memberikan aku waktu sejenak untuk bernafas?

Tuhan menjawab:

Tidak kah engkau sudi memberikan kami waktu untuk, mencatat, menjawab dan mengabulkan semua doa-doamu yang berderet-deret yang setiap lima waktu kamu lontarkan kepadaku? dan tidak kah engkau sudi memberikan waktu untuk kami bernafas dan lepas dari tinta hitam untuk mencatat semua dosa-dosamu disetiap hela nafasmu? :)


1 Comment
life
Masih
December 2nd, 2010 @ 10:03 pm

5 bulan sudah berlalu dan rasa itu masih sangat melekat hebat disanubariku yang paling dalam.. iya memang tidak ada batin yang siap untuk kehilangan belahan jiwanya.

Hari ini tanggal 2 December 2010 5 bulan sudah aku ditinggalkan oleh anakku… Anakku Alm Aslan Suryanditedja kembali kekhadiratNya, kembali kepada yang memiliki hidup, kembali ke pelukan bidadari dan malaikat  yang berada ditempat yang paling indah disisiNya… amin ya ALLAH amin ya Robbal alamin…

Hari ini… aku mengenangmu.. (setiap hari kami akan selalu mengenangmu mas) aku meneteskan air mataku… diperbudak oleh rasa kehilanganku, rasa kerinduanku, rasa kesepianku… aku… aku kembali diselimuti oleh pikiran-pikiran yang menyesatkan, merugikan, dan aku kembali berada dititik dimana aku bisa dibilang seorang pecundang!

Aku tahu ini tidak baik.. aku sadar betul ini permainan ketidakseimbanganku… seperti yang aku bilang aku sedang diperbudak oleh rasa kerinduanku…

Fyuuuh….

I just wanna say its still hurt…


4 Comments
life
boros
January 12th, 2010 @ 6:23 pm

Sore-sore begini saya dikonclangin oleh postingannya si cahcuy Ichanx soal UU Wajib Nyala Lampu Motor Siang Hari resmi diberlakukan (Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 107 ayat 2) reaksi saya dalam hati cuman *wanjriiitttttt apa lagi seehhhh ulah para pembuat UU ini* dan kontan saya pun jadi teringat sama postingannya didut mengenai hemat energy dengan mengurangi mengkonsumsi minum air botolan. Lho… apa toh hubungannya UU Wajib Nyala Lampu Motor Siang Hari dengan air botolan? menurut saya ada, karena dua hal tersebut yang mempunyai kesamaan satu sama lain yaitu pemborosan.

Kenapa saya bilang pemborosan? bagaimana tidak? misalnya saja 100.000 motor menyalakan lampu pada siang hari pada waktu yang bersamaan bayangkan saja berapa banyak energy yang harus dihabiskan yang  katanya untuk mengurangi jumlah kecelakaan kendaraan motor itu?  saya mungkin tidak bisa menjabarkan berapa jumlah|angka secara  kongkrit, dan kalaupun ada yang berbaik hati monggo silahkan hitung sendiri karena jujur saya kurang mengerti berapa watt lampu motor dan berapa kw energy yang dibutuhkan dan yes saya lemah dalam hal itung-itungan hihihihi #pengakuan

Pernah ga seh terpikir energy yang terbuang begitu saja bisa sangat bermafaat untuk hal yang lain yang  jauh lebih bermanfaat seperti diperuntukan untuk penerangan di pedesaan yang memang  pada faktanya di negeri tercinta Indonesia Raya tercinta ini masih banyak daerah-daerah terpencil yang belum menikmanti betapa indahnya adanya aliran listrik..

Duh.. saya jadi ikutan sebel dan misuh-misuh karena adanya UU tersebut? apa memang ini jalan terbaik dan tidak ada ada solusi lain yang lebih masuk diakal untuk mengurangi tingkat kecelakaan kendaraan bermotor? seperti mentaati peraturan berkendaraan? ga kebut-kebutan? ga ngantri lampu merah melebihi batas yang ditentukan sehingga menganggu kendaran dari arah lain? atau.. sulap salip diantara kendaraan yang lain? ya pokoknya jadi pengendara yang baik deh.. yang sadar sama kondisi jalan sekitarnya..

HUH!


13 Comments
life

Previous entries Next Page » Next Page »