eve
December 10th, 2009 @ 10:40 am

Kamis pagi…

eve..

yes.. my lovely eve.. kembali datang ke pelukan saya dengan mata yang berlinang, bibirnya bergetar dan seolah-olah  berbicara sesuatu tapi sayang saya tidak mendengar satu patah katapun keluar dari mulutnya,  eve memeluk saya erat.. sampai-sampai saya merasa terhimpit dan tidak bisa bernafas karena begitu erat pelukannya.. dia menangis.. menangis tersedu-sedu.. dia menangis meringis  kesakitan.. badannya bergetar… dan saya?  saya hanya terdiam… dan merasakan hangat air matanya yang jatuh menetes di bahu saya, sesekali saya elus pundak dan kepalanya… saya terdiam.

Saya terpaku…

Saya ikut larut dalam kesedihan yang eve alami.. ingin saya bertanya dengan apa yang dia rasakan tapi tidak saya lakukan, saya menunggu.. menunggu.. dan menunggu… Karena ketika saya  menangis saya akan dengan sangat menghindari pertanyaan-pertanyaan kenapa kamu? apa yang kamu rasakan? kenapa bisa begini? siapa- apa yang buat kamu menangis?

Tidak pikir saya… tidak perlu bertanya sesuatu yang akan memperburuk situasi…

Karena sadar tidak sadar terkadang pertanyaan-pertanyaan semacam itu justru akan memancing emosi seseorang jauh lebih dalam dan akan membuat sesorang jauh merasa sedih dan terluka

Eve terjaga dari tangisnya.. dan dia tetap terdiam

Saya kembali ikut terdiam

Kalau kata sahabat saya the best answer to sadness is silent :) dan saya sangat setuju dengan pernyataan tersebut.. ketika kita marah, sedih, atau tersakiti langkah yang paling tepat adalah diam, karena sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar sedih | marah

So.. eve.. menangislah ketika tangis itu bisa menjadi jalan pembuka untuk kelegaan hati dan berfikir positif karena pada suatu saat nanti engaku akan bersyukur akan semua ini :)


7 Comments
life